Stainless Steel banyak disebut baja anti karat, sifat dasar stainless antara lain dikenal yang mempunyai bahan anti karat, tahan terhadap korosi dan oksidasi. Akan tetapi Stainless Steel tidak sebagus bahan besi lainnya yang baik sebagai konduktor panas maupun listrik. Tapi bahan ini mempunyai kandungan besi didalamnya maka Stainless Steel dapat ditarik magnet.
Stainless Steel dalam bahasa ilmiahnya biasa dengan sebutan Baja Nirkarat, Baja yang tahan karat dibahasa inggris-kan menjadi Stainless Steel. Material ini mempunyai kandungan yang senyawa dengan besi dan -+ 12% Kromium yang dapat mencegah dari proses korosi (pengkaratan).
Berikut ini merupakan sifat dari Stainless Steel dari segi fisik
– Merupakan zat yang keras, kuat & kokoh
– Kurang bagus sebagai bahan konduktor, panas maupun listrik
– Mempunyai kandungan bahan besi sehingga dapat ditarik magnet
– Tahan terhadap korosi atau pengkaratan
– tidak mudah teroksidasi
Stainless Steel tahan terhadap karat karena mempunyai lapisan kromium. Namun Stainless Steel digadang besi yang tahan karat, Bahan ini mempunyai kandungan besi didalamnya bukan berarti terus menerus dapat digunakan dan tidak akan pernah berkarat. Perawatan disini diperlukan guna memperpanjang umur Stainless Steel itu sendiri.
Stainless Steel sangat cocok digunakan untuk peralatan memasak karena kuat akan panas, korosi, dan dapat menahan suhu tinggi lebih lama ketika proses memasak. Sehingga aman digunakan karena tidak akan menyebabkan reaktif pada makanan, sehingga aman digunakan saat memasak.

Adapun jenis Stainless Steel yang digunakan yaitu jenis 201, 304,& 316 Apa perbedaanya? Kita jelaskan dibawah :
Stainless Steel 201
Jenis 201 bisa disebut stainless steel yang mempunyai grade 200. Jenis ini dibuat untuk menekan harga dengan cara mengurangi kandungan Nikel. Mungkin dipasaran relatif dengan harga yang murah karena jenis 201 ini mempunya ketahanan korosinya kurang memadai. Umumnya jenis 201 jika digunakan dalam jangka waktu yang lama akan menunjukan perbedaan terhadap produk yang menggunakan bahan jenis 201 ini. Bisa dilihat perbedaannya dari perubahan warna dan korosi meskipun hal tersebut dapat terlihat setelah beberapa tahun pemakaian. Mungkin akan lebih cepat jika ditempatkan dilingkungan dengan kualitas air yang kurang bagus.
Stainless Steel 304
Jenis ini merupakan jenis stainless steel yang paling sering dipakai dalam industri makanan dan peralatan makanan. 304 merupakan jenis bahan yang Food Grade. Bahan ini dapat mudah dibentuk juga tingkat tahan terhadap korosinya lebih tinggi. Oleh karena itu jenis ini baik digunakan untuk yang langsung bersentuhan dengan makanan. Jika dilihat dari fisik jenis 304 tidak bergelombang serta lurus.
Jenis 304 ini mempunyai kandungan 18/8 – 18% chromium dan 8% nikel. Jadi lebih tahan terhadap korosi juga paparan sinar matahari dalam jangka yang lama.
Stainless Steel 316
Mungkin anda jarang menemukan atau mendengar Stainless steel dengan jenis ini 316. Jenis ini adalah jenis yang tahan korosi yang lebih agresif. jenis 316 biasanya digunakan sebagai pendukung bangunan atau peralatan yang memungkinkan membutuhkan jenis 316, seperti peratalan pabrik dll. 316 ini lebih baik dari jenis 304. Jenis 316 juga biasanya digunakan dilingkungan yang cukup ekstrem yaitu di atmosfir laut, karena laut mengandung garam yang akan menyebabkan korosi lebih cepat. Oleh karena itu jenis 316 ini cocok dilingkungan tersebut karena jenis 316 tahan terhadap tingkat korosi yang lebih tinggi.
Adapun jenis yang lain yang lebih tinggi dari jenis 316, namun itu sangat jarang digunakan untuk diarea bisnis kuliner apalagi untuk dapur komersial khususnya kabinet dapur.
Apa kekurangannya?
Bagi anda yang belum menyentuh bahan tersebut, mungkin akan menyepelekan bahwa stainless steel itu ringan. Anda Salah!. Bahan ini mempunyai kekurangan yang krusial yaitu “berat”. Hal tersebut karena mempunyai sifat yang lebih padat dari jenis besi atau baja pada umumnya, alhasil bahan ini cenderung lebih berat. Mungkin dari fisik terlihat sama dengan Besi Baja Ringan yang terlihat ringan, namun anda dapat merasakan perbedaannya ketika anda menyentuh atau mengangkat bahan jenis ini. Nah, faktor berat menjadi kekurangan bahan tersebut .
Terus Apa bedanya Stainless Steel dengan Aluminium untuk kebutuhan memasak?
Jelas kedua bahan ini mempunyai keunggulan masing-masing, Aluminium tergolong konduktor yang baik juga ringan, sehingga dalam memasak lebih cepat dan tidak membutuhkan tenaga ekstra karena bobot yang ringan. Tentu Aluminium mempunyai kekurangan, yaitu Aluminium akan dapat bereaksi terhadap masakan, sehingga dapat mempengaruhi warna dan rasa pada masakan.
Sedangkan Stainless steel tidak akan berpengaruh terhadap masakan, baik merubah warna maupun rasa bahkan cocok untuk makanan. Maka dari itu bahan ini sangat cocok untuk dunia dapur komersial yang mengutamakan kualitas dan keamanan terhadap masakan. Namun bahan tersebut bukan konduktor yang baik, tidak sebaik Aluminium yang cepat terhadap panas, tetapi dapat menahan suhu yang tinggi. Bahan ini juga mempunyai kekurangan yang sering terucap yaitu bobotnya yang berat mengharuskan tenaga ekstra saat digunakan.
Kesimpulan

Stainless steel merupakan bahan yang umum dipakai di dunia dapur, tahan korosi/karat, tahan lama, aman digunakan untuk masakan, kuat, tahan panas. Bahan jenis ini menjadi pilihan yang tepat untuk bisnis kuliner anda yang memerlukan dapur yang layak. kualitas menjadi pemicu utama dalam anda memulai bisnis kuliner, oleh karena itu bahan tersebut menjadikan pilihan yang tepat.
Bagi anda yang akan memulai bisnis kuliner dan membutuhkan peralatan dapur komersial yang tepat, kami Nagamaro menjadi pilihan yang tepat. Anda dapat berkonsultasi dengan kami secara gratis dengan nomor yang disediakan oleh kami. Mengapa? Agar kami tahu apa saja yang dibutuhkan saat anda memulai bisnis tersebut khususnya dapur komersial. Jangan ragu bertanya kepada kami, kami berikan solusi terbaik untuk anda.

