
Sebelum beranjak ke penjelasan Aluminium Foil alangkah baiknya mengetahui dulu apa itu Aluminium. Aluminium merupakan jenis endapan besi yang mengandung Alumina (Aluminium Oxide) juga Silikat (Silicate) yang kita kenal dengan Bausit (Bauxite). Aluminium sendiri juga sejenis logam yang telah melalui beberapa proses dan disusun menjadi lembaran tipis ketebalan kurang dari 0,2 mm lalu lembaran aluminium dengan ketebalan 150 micron disebut foil.
Aluminium Foil merupakan lapisan dari “alloy” mengandung 99.4% aluminium. Aluminium Foil ini bersifat rapuh bahkan seperti plastik atau kertas hal tersebut menjadikan lebih berguna untuk keperluan yang mengandalkan aluminium foil. Untuk keunggulan, Aluminium Foil adalah bahan yang lentur, fleksibel, dapat disesuaikan dengan fungsi kemasan, kedap udara, kedap air, kedap lemak, bersih (hygiene), tidak beracun, tidak mempengaruhi rasa dan bau. Aluminium Foil juga dapat menjadikan penghantar panas yang bagus seperti pembungkus makanan ketika akan dimasak.
Tak hanya itu Aluminium Foil juga punya kekurangan antara lain adalah dapat rusak karena pengaruh garam, asam dan logam berat. Adapun Aluminium Foil ini dapat tahan dari pengaruh bahan kimia. Jadi balik lagi tergantung campuran yang dimilik Aluminium Foil itu sendiri dan juga pengaruh kontak langsung.

Pada pertengahan abad ke-20 Aluminium Foil menggantikan fungsi kertas timah karena Kertas Timah itu sendiri tidak dapat dibentuk dan kurang fleksibel, adapun cenderung lainnya adalah dapat memberikan rasa timah pada produk yang dikemasnya, jika khusus sebagai pembungkus bahan makanan.
Mungkin juga anda ingin konsultasi seputar peralatan dapur komersial yang cocok untuk usaha anda dalam bidang makanan. Silahkan anda hubungi nomor atau klik tombol hijau yang telah disediakan di halaman website ini untuk langsung chat langsung via Whatsapp, hal tersebut agar memudahkan anda dalam berkonsultasi. Kami siap memberikan peralatan yang terbaik guna mendukung usaha anda dalam dunia makanan dan minuman.
